

sebenarnya aku bingung harus memulainya dari mana.tapi setiap kata yang bakal aku keluarkan jelas" keluar dari pikiran aku, so buat kalian yang ngebaca cerita di bloq ini, maaf" aja kalau capek matanya hehehehewell, sekarang akau berumur 19th,single tapi penuh tantangan. aku anak pertama dari 4 bersaudara aku punya 3 orang adik lagi yang masih sekolah dan udah bertumbuh semua.ayah dan ibuku bukan orang yang cukup senang dalam arti mereka bukan dari kalangan orang elit, tapi untuk keperluan sekolah anak"nya mereka selalu siap untuk itu, dari SMa aku sudah terbiasa hidup jauh dari orang tua. mereka mengirimkanku ke sekolah" terkenal yang punya nama dan lumayan mahal, kadang aku sedikit tidak berterima kasih dengan pemberian itu, tapi aku bukan manusia yang tak berpunya otak,aku selalu berusaha membanggakan mereka, setidaknya membuat mereka sedikit mendongakan kepalanya dengan apa yang aku buat,aku pecinta bahasa sejati apapun yang aku dapat dari dunia yang seharusnya bukan duniaku pasti akan ku kejar. mimpiku sejak SMA ingin sekolah di luar negeri.aku tak pernah putus berdoa meminta agar semuanya bisa menjadi nyata, aku juga tak pernah patah arang untuk berusaha semampuku meraih semuanya.dulu waktu cerita sama sepupuku ( namanya damian alven dia Kuliah di UIB batam jurusan Hukum) aku pengen banget kuliah di Australia,hahaha terlihat sedikit berharap,tapi Tuhan tak pernah jauh dari aku. aku selalu di "tegur" jika benar dan selalu di "tampar" ketika aku salah.papa sukses berat dalam karirnya, mama juga begitu. otakku mulai berputar memikirkan masa depanku, ku putuskan untuk mengambil kelas international ketika kelas 2 SMA walaupun aku harus tunggang langgang berjuang untuk itu,aku masuk social program dgn jurusan International yang sudah lama kau inginkan.tapi sekali lagi aku tak pernah mensyukuri itu .aku kembali di "tampar" sama yng Diatas ( aku menyebutnya Papi JC).ketakutanku mulai beranjak dan beranjak ketika akhir tahunku sudah di ujung tanduk,aku lulus dengan nilai memuaskan dan lulus dengan grade A di ujian ITCku ( International Test Curiculum) aku bisa berbangga hati. kali ini aku beranikan diri untuk bertanya denga orang tuaku tentang bangku kuliah yang sebntar lagi akan ku tempuh. Impianku masih sama aku ingin menuntut ilmu di luar negeri, kali ini aku memilih german sebagai tempat terakhir, salah satu alasanya karna pacarku tinggal di sana gag fair dan gag nyaman saja ketika kita harus terpisah jarak dan waktu. tapi semuanya hilang ketika aku mengetahui kalau dia selingkuh dan punya simpanan Orang indonesia di german,aku benar" sedih dan kecewa. tapi semangat itu muncul lagi ketika orang yg pernah aku cintai berbalik mendukungku dan di terima di salah satu universitas di german dengan beasiswa penuh.dia yang memompa semangatku untuk menyusulnya ke sana. aku lulus dan masih jernih di pikiranku kalau hari itu agen jerman menelponku dan mengabari kalau hasil test ku jauh di atas rata" sempurna dan sekali lagi beasiswa penuh di tawar.aku setuju dan bergegas mengabari orang tuaku,tapi di cekal. hmmm.. pupus harapanku. tapi ketika, aku mendapat sebuah pilihan untuk kuliah di Malaysia ku ubah pandangan itu menjadi sebuah semangat yang penuh. soal pria itu, ya dia tetap kuliah di german, dan sampai detik ini dia masih disana. aku berencana akan menyusulnya ke sana satu saat karna perasaan sayang ini masih akan selalu ada untuknya ( aku benar" sayang padanya ) walau aku bisa menyayangi orang lain yang aku temui di tempat aneh ini ( malaysia)
tahun ini targetku sudah setengah tercapai aku ingin menjadi Vj Radio sudah aku dapatkan, menguasai bahasa jerman sudah, mendapatkan beasiswa ke AS sudah ( tapi aku tolak karna masalah dana hidup disana, tak jadi masalah klo soal sekolah ) aku masih ingin mendapatkan yang lain dalam hidup ini. semuanya hanya ada di tanganku.aku hanya butuh seseorang yang bisa mendorongku selain orang tua, sepupu"ku, teman"ku dan dosen" ku di kampuz.





0 comments:
Post a Comment