Seni, Warna, Sahabat dan Murid

Thursday, November 10, 2011


 Waktu lagi nulis ini, aku sedang NgeLEs’in anak orang  lain lho, tapi kali ini Wendi lagi sibuk ngerjain soal Matematika dalam bahasa Inggris , maklum besok doi mau ujian . tapi kenapa harus tema ini yang di angkat. Hahaha awalnya simple aja sih, waktu lagi nulis soal untuk si wendi ini, ada bisik2 di sebelah soal mahasiswa yang baru aja lulus dan ceritanya  lagi kebingungan nyari kerja, alhasil munculah beberapa gonjang ganjing pekerjaan di kalangan ibu2 ini, nah Terseliplah pekerjaan GURU, lalu munculah pertanyaan di kalangan ibu2 ini. Sebenarnya Ada banyak orang yang bertanya “ guru itu  mesti jadi orang yang sabar yah?” atau paling ngga ada pernyataan  yang  begini  “guru itu harus suka sama anak2”
sebenarnya ngga juga sih, Inti menjadi seorang Guru adalah menjadi PANUTAN atau CONTOH , lalu mengajarkan NILAI MORAL. Sehingga di luar si murid bisa mengerti  yang mana yang salah dan yang mana yang benar, dan setiap omongan yang keluar dari mulut kita adalah sebuah AJARAN buat anak kecil. Anak kecil itu ibaratnya Seperti RADIO dan TV mengikuti apa yang di ucapkan dan diTONTONkan.
Menjadi seorang guru itu memang harus menyukai anak kecil dulu, kalau sabar dan lain2 mungkin bisa dirasakan kalau udah berhadapan langsung dengan muridnya. Tapi menurutku adalah menggap mereka seperti SAHABAT adalah langkah paling awal, mau berapapun  umurnya,anggaplah mereka sahabat dulu. Ketika sudah akrab, baru lah ,mengajarkan nilai moral.

Tapi, buat aku bukan itu yang jadi masalhnya. Untukku murid itu adalah GUDANG seni. Kita tidk bisa menilai kegemaran anak dari bagaimana dia menunjukkan bahasa tubuhnya ke GURU.
dan aku rasa aku punya cara tersendiri  untuk mendekati murid baruku.
Kalau kata Mama dulu “kalau kamu ngga kenal seni, lebih baik kamu tidak usah mengenal apa itu WARNA dan apa itu DUNIA ” lalu inilah hasilnya.. dengan karya mereka ini aku bisa melihat, mendekati, menjadi akrab, mengenal Bakat lalu mengajarkan nilai moral lewat warna dan seni.


Di setiap pelajaran ini aku selalu punya paling tidak 3 siswa/ siswi normal maupun Autis yang warna dan seninya Jadi andalan aku banget.rasanya punya kepuasan tersendiri deh mengetahui bakat seseorang Lebih dahulu ketimbang orang tuanya di rumah hahahah ( map yak om tante sekalian )



Dan kalau yang ini, karya dan ide terbesar siswa SD yang masih tercatat sebanyak  5 orang di sekolah Kinarya , aku tak pernah memberi contoh bagaimana bermain dan Care dengan dengan orang lain ( yah maksudku belum pernah menuturkan secara real  cara simple yang  bisa di bilang WAH bagi orang lain). Dalam proses ini, siapa yang paling banyak bekerja dan  akrab adalah GURU selebihnya serahkan kepada
murid. Tapi, memberikan contoh PRAY FOR THAILAND ini merupakan dukungan Care dari anak yang umurnya baru 7 tahun Kepada DUNIA, oke kepada THAILAND deh  dan saluuttt Untuk si Pak Ketua dan Anak2 Kelas 1A ini yang telah banyak memberikan ide2 yang awalnya belum pernah aku dengar dari anak 7 tahun sepertinya ( namanya Daeylen )




Gimana? Sudah kebayang Kan? Menjadi seseorang yg melihat tumbuh kembang Sebuah “bibit”  itu bagaimana? Jadi guru itu banyak susahnya ketimbang Mudahnya. Semua aspek di tuntut salah sedikit bisa berakibat fatal terhadap anak murid lho? Menjadi seorang Guru, ibaratnya mengolah tanah yang akan di bangun untuk sebuah rumah. Menjadi kreatif adalah sebuah inovasi. Menjadi teman buat orang lain adalah sebuah  keharusan.jadi kalau kurang sabar menghadapi ”Bibit2” kecil ini. Temukan cara yang menyenangkan buat mereka, untuk bisa  dekat dan belajar dengan cara yang simple trus nyangkut di otak anak2, tapi menyenangkan.


Note : aku jadi berniat mengajak mereka nonton film, bernyanyi  atau membuat Peta Indonesia setiap hari  nih kalau begini terus J












0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.