2 hari yang lalu aku sengaja meminta transcript nilai selama
ini. Sudah lama aku tidak melihat transcript nilai selama 3 tahun belakangan (
lalu tau dari mana kalau aku gagal?) standartku waktu ujian ngga muluk 25% dari keseluruhan aku selalu ngandalain tuhan
even kadang 1%nya selalu ngandalin the power of kepepet selebihnya aku akan
mengunjungi record office untuk melihat
daftar gagal ato ujian ulang. Tapi tetep aja, semua usaha di mulai dari pundak
ini. Waktu itu aku mulai mengangkat telfon dan menelpon bagian record office di kampus and
menanyakan kesediaan mereka untu
mengirimkannya ke agen yang mengirimku ke sekolah itu.
Dan malam ini aku mulai sedikit tersenyum dengan hasil akhir
yang menurut aku cukup menyenangkan.pagi td aku juga coba menelpon guru besar
yang setiap memasuki kelasnya dia paling hafal namaku.
Hasil akhir dan semua hasil tidak membuatku tersenyum, tapi
ada di satu semester yang 60%nya sangat
mengandalkan doa. Aku tidak belajar karna aku pikir semuanya ergantung pada
praktek yang sudah pernah di buat. Aku hanya ingin dua A di laporan Nilai semester
yang aku anggap paling berat itu. Tapi aku menerima lebih dari yang aku
harapkan. Sepanjang menuju ruang ujian, aku tak memegang kertas atau apapun
yang selayaknya di pegang oleh mahasiswa
yg niat mengikuti ujian akhir semester. Yang
aku pegang hari itu hanya selembar kertas novena dan sedikit berkomat kamit di 5 menit
terakhir sebelum masuk ruangan. Segalanya tidak berubah drsatis tapi, di
hasil akhir..
Aahhh Tapi terima kasih ternyata di hasil akhir aku menerima
3 nilai A. terima kasih aku masih di dengarkan.





0 comments:
Post a Comment