MIMPI

Wednesday, November 16, 2011


“….orang dewasa jarang mengajari kami dan kalaupun YA, isinya SAMPAH. Kami harus mencari  tahu semuanya sendiri. Misalnya setelah memanjat dinding  di ujung gang , barulah aku tahu ada rumah setan”  _ Epileptik 1 _

 Izinkan aku menuliskan tentang  mimpi dan Impian.
Aku adalah pengaggum anak2  dan semua pengaggum novel anak2 dari sekian novel anak2 yang kumiliki,banyak sekali  di dalamnya  menceritakan soal anak.mulai dari pipi  the long stocking , momo hingga  little prince, dunia anak2 merupakan dunia yang sangat mengagumkan bagiku. Dari sana aku tahu bahwa imaginasi  selalu tidak memiliki batas apapun.
Dunia anak2 adalah dunia yang kritis , penuh pertanyaan. Satu hari  Pipi bertanya kenapa 1 + 1  sama dengan 2 bukan 11?, sebab setahunya , dua orang  lelaki dan perempuan yang berkeluarga  di pedalam Afrika selalu memiliki banyak anak. Dan pertanyaan2 serupa terjadi  pada anak 2 lainnya: Hans Thomas yang selalu bertanya  mengenai hampir segala hal yang ia lihat selama perjalan menuju kampung para filsuf ( the solitaire Mystery , jostein Gaarder ) setan angka yang kerepotan menjawab pertanyaan2  robert kecil tentang matematika ( the numbers Devil , Hans Magnus Enzensberger) atau fafou si Jaen – Francois yang selalu kecewa pada jawaban  orang dewasa setiap kali dia bertanya soal perang. Ya dunia anak2 adalah dunia bertanya, dunia yang selalu penuh keingintahuan dan impian – impian.
Pertanyaan2 yang tak terjawab no.2 : KENAPA TUHAN MEMBUAT ANAK2 KECIL JATUH SAKIT? Atau pertanyaan2 yang terjawab no 6 : KENAPA SIH ORANG MESTI MATI MUDA? . dua pertanyaan itu adalah 2 pertanyaan favoritku waktu kecil. Sebelum aku membaca nicholls ku pikir pertanyaan itu hanya sebuah pertanyaan yang berdengung di benakku saja, tapi ternyata ketika aku meliht di sekitarku lagi, ternyata banyak yang punya pemikiran yang sama. Terkadang aku senang, aku menganggap kalau ini gejala alamiah. Sebab ketika aku bertanya hal yang sama seperti itu mereka marah dan melarangku untuk tidak bertanya yang aneh2 ( ANeh?bertanya, tidak berdosa kan?)
Sekarang siapa yang aneh ? orang dewasa atau anak2  dalam sophie’s world orang dewasalah yang aneh. Orang dewasa seperti kehilangan daya kritis dan daya imajinasi mereka. Mereka terlalu banyak menentukan banyak hal dengan ukuran2 ,penilaian2 dan batasan2. Maka bagi orang dewasa, dunia menjadi sangat KAKU. Dunia seperti itu jauh dari kata menyenangkan bahkan mungkin ini bisa di ibiratkan seperti kutu dalam kelinci yang di miliki oleh  seorang pesulap. Orang dewasa adalah mereka yang menganggap kehidupan seperti “APA ADANYA” dan harus di jalani  Begitu saja. Maka mereka cendrung terjun ke bagian dasar bulu kelinci sambil , menonton Televis, menonton tinju atau menunggu perkembangan harga saham. Namun tidak bagi anak2,menurut mereka  dunia itu  sangat luas dan harus terus menerus di perluas dengan berbagai macam pertanyaan. Emmm! Ada satu kalimat yang cukup menggelitik dalam sebuah novel little prince ( 1943)
“ orang – orang dewasa tidak pernah  memahami  sesuatu seperti apa adanya dan sungguh melelahkan bagi anak – anak. Kalau selalu harus memberikan penjelasan kepada mereka “
Hal lain yang menarik dalam dunia anak 2 adalah anak – anak selalu  punya impian  dan tentu saja impian itu  tidak statis, impian mereka selalu berubah terus menerus . aku ingat  sewaktu kecil  aku pernah bercita cita ingin menjadi seorang dokter.lalu beberapa bulan kemudian berubah ketika aku menonton siaran langsung hari jadi tentara dan aku berfikir “aku akan jadi seorang jendral saja “ lalu muncul seribu  cita cita yang deretannya seperti ini, aku ingin menjadi seorang PR, seorang guru, punya sekolah, pelukis, pecinta seni dan bla.. bla.. lalu ketika kelas 2 SMA mulai berfikir akan sekolah di luar negeri mengambil jurusan bahasa . dan faktanya impian itu  selalu sulit untuk di rubah atau berubah  entah kenapa .  sepertinya aku mulai menikmati dunia itu  dengan mengganti impian dan cita – citaku
Kalau di pikir2 impian itu sperti sjenis UTOPIA. Tapi, ini memang penting untuk di miliki. Dan faktanya anak – anak lebih banyak memiliki ini, dari pada orang dewasa. Padahal kalau di lihat dengan mata telanjang mimpi itu tidak perlu bayar. Aku pernah membaca di mana  tanggapan sorang penyair italia soal UTOPIA lalu jawabannya seperti ini  “ utopia adalah sebuah titik , yang ketika kau berada di sebuah horizon, titik itu berada 10 langkah di hadapanmu” setiap kali kau mendekatinya  sepuluh langkah , titik itu akan menjauhinya sepuluh langkah dan ketika kau berusaha menggapai seribu langkah , titik itu selalu menjauh sebanyak langkah yang kau ambil” lalu ada lagi pertanyaan  “lalu apa pentingnya UTOPIA” “ itu tadi  utopia penting  untuk di miliki agar kau terus melangkah “
Anak – anak selalu punya banyak impian  mereka punya Utopia yang sangat besar dan luas, jika aku bisa memilih waktu aku ingin sekali lagi menikmati masa anak anak  lagi. Melakukan hal yang terlewati  ketika aku masih seumuran mereka dan karna hal itu tidak bisa aku hanya bisa bilang  dan mengingatkanmu dan tanyalah pada dirimu “ apa impianku? Seberapa banyak yang sudah aku lakukan”
Dan aku hanya punya satu impian : ketika catatan ini di baca banyak orang ,mereka bisa berfikir bahwa hidup itu melakukan banyak hal yang  belum di lakukan. Bukan memikirkan seberapa banyak memori yang harus di ciptakan dan kapan kematian menjemput J




0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.