“….orang dewasa jarang mengajari kami dan kalaupun YA,
isinya SAMPAH. Kami harus mencari tahu
semuanya sendiri. Misalnya setelah memanjat dinding di ujung gang , barulah aku tahu ada rumah
setan” _ Epileptik 1 _
Izinkan aku
menuliskan tentang mimpi dan Impian.
Aku adalah pengaggum anak2 dan semua pengaggum novel anak2 dari sekian
novel anak2 yang kumiliki,banyak sekali
di dalamnya menceritakan soal
anak.mulai dari pipi the long stocking ,
momo hingga little prince, dunia anak2
merupakan dunia yang sangat mengagumkan bagiku. Dari sana aku tahu bahwa
imaginasi selalu tidak memiliki batas
apapun.
Dunia anak2 adalah dunia yang kritis , penuh pertanyaan.
Satu hari Pipi bertanya kenapa 1 +
1 sama dengan 2 bukan 11?, sebab
setahunya , dua orang lelaki dan
perempuan yang berkeluarga di pedalam
Afrika selalu memiliki banyak anak. Dan pertanyaan2 serupa terjadi pada anak 2 lainnya: Hans Thomas yang selalu
bertanya mengenai hampir segala hal yang
ia lihat selama perjalan menuju kampung para filsuf ( the solitaire Mystery ,
jostein Gaarder ) setan angka yang kerepotan menjawab pertanyaan2 robert kecil tentang matematika ( the numbers
Devil , Hans Magnus Enzensberger) atau fafou si Jaen – Francois yang selalu
kecewa pada jawaban orang dewasa setiap
kali dia bertanya soal perang. Ya dunia anak2 adalah dunia bertanya, dunia yang
selalu penuh keingintahuan dan impian – impian.
Pertanyaan2 yang tak terjawab no.2 : KENAPA TUHAN MEMBUAT
ANAK2 KECIL JATUH SAKIT? Atau pertanyaan2 yang terjawab no 6 : KENAPA SIH ORANG
MESTI MATI MUDA? . dua pertanyaan itu adalah 2 pertanyaan favoritku waktu
kecil. Sebelum aku membaca nicholls ku pikir pertanyaan itu hanya sebuah
pertanyaan yang berdengung di benakku saja, tapi ternyata ketika aku meliht di
sekitarku lagi, ternyata banyak yang punya pemikiran yang sama. Terkadang aku
senang, aku menganggap kalau ini gejala alamiah. Sebab ketika aku bertanya hal
yang sama seperti itu mereka marah dan melarangku untuk tidak bertanya yang
aneh2 ( ANeh?bertanya, tidak berdosa kan?)
Sekarang siapa yang aneh ? orang dewasa atau anak2 dalam sophie’s world orang dewasalah yang
aneh. Orang dewasa seperti kehilangan daya kritis dan daya imajinasi mereka.
Mereka terlalu banyak menentukan banyak hal dengan ukuran2 ,penilaian2 dan
batasan2. Maka bagi orang dewasa, dunia menjadi sangat KAKU. Dunia seperti itu
jauh dari kata menyenangkan bahkan mungkin ini bisa di ibiratkan seperti kutu
dalam kelinci yang di miliki oleh
seorang pesulap. Orang dewasa adalah mereka yang menganggap kehidupan seperti
“APA ADANYA” dan harus di jalani Begitu
saja. Maka mereka cendrung terjun ke bagian dasar bulu kelinci sambil ,
menonton Televis, menonton tinju atau menunggu perkembangan harga saham. Namun
tidak bagi anak2,menurut mereka dunia
itu sangat luas dan harus terus menerus
di perluas dengan berbagai macam pertanyaan. Emmm! Ada satu kalimat yang cukup
menggelitik dalam sebuah novel little prince ( 1943)
“ orang – orang dewasa tidak pernah memahami
sesuatu seperti apa adanya dan sungguh melelahkan bagi anak – anak.
Kalau selalu harus memberikan penjelasan kepada mereka “
Hal lain yang menarik dalam dunia anak 2 adalah anak – anak
selalu punya impian dan tentu saja impian itu tidak statis, impian mereka selalu berubah
terus menerus . aku ingat sewaktu
kecil aku pernah bercita cita ingin
menjadi seorang dokter.lalu beberapa bulan kemudian berubah ketika aku menonton
siaran langsung hari jadi tentara dan aku berfikir “aku akan jadi seorang
jendral saja “ lalu muncul seribu cita
cita yang deretannya seperti ini, aku ingin menjadi seorang PR, seorang guru,
punya sekolah, pelukis, pecinta seni dan bla.. bla.. lalu ketika kelas 2 SMA
mulai berfikir akan sekolah di luar negeri mengambil jurusan bahasa . dan
faktanya impian itu selalu sulit untuk
di rubah atau berubah entah kenapa
. sepertinya aku mulai menikmati dunia
itu dengan mengganti impian dan cita –
citaku
Kalau di pikir2 impian itu sperti sjenis UTOPIA. Tapi, ini
memang penting untuk di miliki. Dan faktanya anak – anak lebih banyak memiliki
ini, dari pada orang dewasa. Padahal kalau di lihat dengan mata telanjang mimpi
itu tidak perlu bayar. Aku pernah membaca di mana tanggapan sorang penyair italia soal UTOPIA
lalu jawabannya seperti ini “ utopia
adalah sebuah titik , yang ketika kau berada di sebuah horizon, titik itu
berada 10 langkah di hadapanmu” setiap kali kau mendekatinya sepuluh langkah , titik itu akan menjauhinya
sepuluh langkah dan ketika kau berusaha menggapai seribu langkah , titik itu
selalu menjauh sebanyak langkah yang kau ambil” lalu ada lagi pertanyaan “lalu apa pentingnya UTOPIA” “ itu tadi utopia penting untuk di miliki agar kau terus melangkah “
Anak – anak selalu punya banyak impian mereka punya Utopia yang sangat besar dan
luas, jika aku bisa memilih waktu aku ingin sekali lagi menikmati masa anak
anak lagi. Melakukan hal yang
terlewati ketika aku masih seumuran
mereka dan karna hal itu tidak bisa aku hanya bisa bilang dan mengingatkanmu dan tanyalah pada dirimu “
apa impianku? Seberapa banyak yang sudah aku lakukan”
Dan aku hanya punya satu impian : ketika catatan ini di baca
banyak orang ,mereka bisa berfikir bahwa hidup itu melakukan banyak hal
yang belum di lakukan. Bukan memikirkan
seberapa banyak memori yang harus di ciptakan dan kapan kematian menjemput J





0 comments:
Post a Comment